Limbah Tambang Batubara PT SEM Disebut Rendam Kebun Warga

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 25 November 2018 - 18:10 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layamg - Diduga akibat tanggul kolam limbah disposal PT Senamas Energindo Mineral (SEM) di Desa Janah Jari, Kecamatan Awang,  Kabupaten Barito Timur (Bartim), sejumlah warga menuntut perusahaan tambang batubara ini bertanggung jawab atas limbah lumpur yang masuk di areal kebun karet mereka.  

Perkebunan warga yang terdampak limbah tersebut milik Julianto, Yohanes, Iran, Astiarap, Purda, Surta dan Ider Uly.

Kasus ini pun direspon manajemen perusahaan dengan melakukan mediasi dengan para pemilik lahan di Kantor Desa Janah Jari, Sabtu (24/11) kemarin.

Mediasi dihadiri  Camat Awang Kandurung, Kapolsek Awang Ipda Rino Heriyanto, perwakilan Koramil Awang Sertu Banturo, Kades Janah Jari Dikianto Utiu dan manajemen PT SEM melalui PJO Pit SEM Janah Jari Aris Arnanto beserta humas PT SEM Dolpy.

Camat Awang Kandurung  mengaku terkejut sebab selama ia menjabat sebagai camat tidak pernah diberitahukan ada aktivitas PT SEM masuk wilayahnya.

"Ke depan kita berharap adanya koordinasi antara perusahaan dengan pemerintah kecamatan. Jangan setelah ada masalah masyarakat  baru kita dilibatkan," tandasnya. 

Tentang masalah pencemaran limbah, atas nama pemerintah camat mengharapkan adanya tanggung jawab dari perusahaan untuk menyelesaikan sesuai tuntutan masyarakat.

"Apalagi kalau kasus tersebut menyangkut dampak lingkungan harus segera diatasi," katanya. 

Menyikapi permasalahan itu manajemen PT SEM melalui PJO Lit Janah Jari, Aris Arnato menyatakan pihaknya bertanggungjawab atas terjadinya luapan lumpur dari kolam pengendapan limbah disposal. 

Ia mengaku, siap dan bertanggung jawab penuh dan akan melaksanakan pembersihan lumpur di areal kebun karet milik warga dengan mengunakan mesin alkon dan rencananya akan mulai bekerja pada 3 Desember 2018 mendatang. 

Namun, sebelum dilakukan pembersihan lumpur ia akan berkoordinasi dengan pimpinan PT SEM untuk rencana tindak lanjut penanganan penyelesaian seauai tuntutan masyarakat terdampak. 

Berita Terbaru