Mobil Rombongan Bupati Lamandau Terjebak di Jalan Berlumpur Selama 5 Jam

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 04 Desember 2018 - 22:46 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Nasib kurang baik dialami rombongan Bupati Lamandau H Hendra Lesmana usai Safari Natal di Desa Kinipan, kecamatan Batangkawa, Senin (3/12/2018) malam. 

Hujan deras yang mengguyur daerah Benakitan, Kinipan dan sekitarnya di malam itu menyebabkan satu-satunya akses jalan desa Kinipan-Mangkalang yang masih berupa tanah merah menjadi lautan lumpur.

Akibatnya, belasan kendaraan roda empat yang ditumpangi rombongan pejabat daerah tersebut harus berjibaku melewati medan yang lebih menyerupai arena grastrack itu. 

Mulai dari Bupati, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Perhubungan, dan sejumlah pejabat SKPD dan FKPD yang ikut dalam rombongan kala itu harus turun 'bermain lumpur' demi bahu-membahu mencari cara untuk keluar melewati perbukitan berlumpur itu.

Tak ayal, perlu waktu hampir 5 jam waktu perjalanan yang dihabiskan dari Desa Kinipan hingga Desa Mangkalang. Padahal, jika cuaca kemarau seperti saat berangkat waktu normal yang dibutuhkan untuk melintasi jalanan itu tak kurang dari 25 menit.

Pantauan di lapangan, dari arah Desa Kinipan, setidaknya ada 5 spot ekstrim yang sulit dilewati kendaraan yang dilengkapi double gardan sekalipun. 5 spot itu berupa 3 tanjakan dan 2 turunan. Dari tiga tanjakan itu, 1 tanjakan berlevel sangat ekstrim karena jarak tanjakannya cukup panjang sekira 200 meter. 

"Jika hujan seperti ini memang sangat sulit, apalagi tanjakan yang ini cukup panjang, dari bawah hingga atas jaraknya sekitar 200 meter, dan tanpa jeda," ucap Bupati Hendra Lesmana, saat turut membantu evakuasi mobil yang terjebak. 

Rata-rata kendaraan yang berhasil melewati rintangan harus ditarik satu atau bahkan dua kendaraan didepannya. Meski begitu, tak kurang dari 3 kendaraan terpaksa harus masuk parit karena tergelincir dan proses evakuasi memakan waktu lama. 

Sebetulnya, rombongan Bupati bergegas pulang dari Desa Kinipan sekira pukul 19.15 WIB. Namun sulitnya akses jalan mengakibatkan perjalanan sangat lama dan baru sampai ke desa Mangkalang sekira pukul 23.50 WIB.

Itupun, tiga kendaraan roda empat terpaksa harus menginap karena kondisi kendaraan yang terjebak di dua spot ekstrim itu tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi. 

Sempat istirahat sejenak untuk membersihkan lumpur yang melumuri badan dan pakaian di desa Mangkalang, seluruh rombongan juga kemudian pulang ke Nanga Bulik dengan menempuh perjalanan selama dua jam lebih. (HENDI NURFALAH/B-11)

Berita Terbaru