Gubernur Sugianto: Biar di Eropa Nama Saya Hancur Asal Petani Sawit Sejahtera

  • Oleh Rahmat Gazali
  • 05 Desember 2018 - 16:26 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Produk sawit Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), terus mendapat tekanan dari luar di nergara Eropa.

Rupanya kampanye hitam anti sawit ini juga dilakukan oleh oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan berhasil membuat petani tercekik karena penjualannya yang dihargai sangat murah.

Terkait kampanye anti sawit ini mendapat perhatian khusus dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

"Saya akan melawan LSM dan oknum lainnya yang ingin merusak citra positif produk asli dari petani lokal kita," ucapnya, di Palangka Raya, Rabu (5/12/2018).

Bahkan terkait kampanye hitam ini, Sugianto mengaku tidak peduli jika namanya di Eropa menjadi rusak.

"Saya tidak perduli jika saya dibenci dan di Eropa nama saya rusak. Selama saya masih dianggap baik oleh masyarakat dan petani sawit kita bisa sejahtera, itu jauh lebih baik daripada mempunyai gelar di luar negeri," imbuhnya.

Untuk itu, dia bersama 14 kepala daerah kabupaten/kota mengaku akan berkomitmen memerangi isu negatif sawit dan ingin memberi dukungan kepada investor sawit di Kalteng yang taat kepada aturan. (GAZALI/m)

Berita Terbaru