Bupati Lamandau Dukung Ketegasan Gubernur Halau Kampanye Anti Sawit

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 06 Desember 2018 - 15:46 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau H Hendra Lesmana menyatakan mendukung penuh atas ketegasan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran menghalau black campign (kampanye hitam) perkebunan kelapa sawit yang kian masif.

Bupati menilai, menghalau kampanye hitam sawit harus dilakukan secara berjamaah mulai dari pemerintah, dunia usaha, petani pekebun dan masyarakat secara umum. 

"Kami mendukung penuh pernyataan Pak Gubernur menghalau kampanye hitam sawit. Karena, gencarnya kampanye hitam sawit termasuk oleh oknum LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang berafiliasi dengan NGO (Non Governmnet Organization) asing yang anti sawit, akan kian mempersulit kondisi ekonomi daerah, baik Kalteng secara umum, termasuk Kabupaten Lamandau secara khusus," kata Bupati, Kamis (6/12/2018).

Bupati menjelaskan, di Lamandau misalnya, kelapa sawit sudah jadi komoditas unggulan dan betul-betul menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi daerah.

"Selain hadirnya investor yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, faktanya saat ini tercatat ada sekitar 40 ribu hektare lahan perkebunan milik petani pekebun kelapa sawit di Lamandau. Artinya, berapa ribu orang yang menggantungkan mata pencahariannya dari komoditas itu," beber Bupati.

Hendra juga mengatakan, dukungan Pemkab Lamandau menghalau serangan kampanye anti sawit tidak hanya sebatas kata-kata, namun perlawanan juga bisa dilakukan misalnya dengan mengajak dunia usaha yang bergerak di bidang tersebut untuk memperlihatkan cara dan sistem kerja dunia usaha perkebunan kelapa sawit dengan pengelolaan yang profesional.

Di samping menolak kampanye hitam sawit, Hendra juga memastikan bahwa pemerintah juga tetap berkewajiban mengawasi dan membina keberadaan perusahaan sawit. Termasuk memastikan bahwa perusahaan tersebut bergerak atas payung legal formal yang dimiliki. 

"Saya banyak dapat informasi bahwa LSM-LSM anti sawit ini sering kali menuding perusahaan soal perusakan lingkungan oleh dunia usaha. Info tersebut jangan ditelan mentah-mentah, bisa kita cek bahwa mereka sudah bersertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) atau belum. Fatalnya, kampanye hitam semacam itu masih kerap ditelan mentah-mentah," ujar Bupati. 

Meski begitu, Hendra juga mengajak agar semua pihak tetap kompak serta saling mengedukasi agar masyarakat tidak mudah terhasut dan diprovokasi oleh siapapun yang melakukan kampanye anti sawit, dalam bentuk apapun. 

Sebelumnya, Gubernur Sugianto Sabran minta masyarakat tidak terprovokasi oleh oknum LSM yang berkampanye hitam menolak sawit. Keberadaan investor sawit dinilai sangat penting, mengingat saat ini pembangunan dan pekerjaan di Kalteng sangat vital.

Berita Terbaru