Kampanye Anti Sawit Bisa Dimanfaatkan Pihak Asing Dalam Perang Dagang Minyak Nabati

  • Oleh Tim Borneonews
  • 06 Desember 2018 - 17:18 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun  - Tidak bisa dipungkiri keberadaan industri  kelapa sawit merupakan salah satu pendorong perekonomian Indonesia. Namun dengan maraknya kampanye anti sawit bisa dimanfaatkan oleh pihak asing dalam perang dagang minyak nabati.

Hal tersebut disampaikan External Relations Manager PT Astra Agro Lestari Tbk Mochamad Husni, kepada Borneonews, Kamis (6/12/2018).

"Memang diakui di lapangan, kami sering juga mendengar gangguan yang dialami perusahaan lain, mengenai adanya organisasi yang mengatasnamakan kepentingan sosial dan lingkungan," kata Husni.

Namun, lanjut Husni, diharapkan berbagai organisasi dan masyarakat menyadari bahwa industri kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional.

"Karena keberadaan industri kelapa sawit di Indonesia merupakan salah satu upaya untuk mendorong perekonomian Indonesia dan  meningkatkan kesejahteraan rakyat. Maksudnya, jangan sampai gangguan-gangguan itu justru melemahkan potensi industri sawit sebagai komoditas strategis Indonesia," jelas Husni.

Terlebih, lanjut Husni, isu-isu lingkungan tersebut dimanfaatkan pihak asing yang merasa tersaingi dalam hal perdagangan minyak nabati dunia.

"Apalagi isu tersebut sampai dimanfaatkan pihak asing yang memang tidak ingin industri kelapa sawit menguasai pasar minyak nabati dunia, mengalahkan minyak nabati produksi Eropa ataupun Amerika," jelas Husni.

Menurut Husni, bila ada permasalahan di lapangan diharapkan semua pihak bisa menyelesaikannya dengan jalur legal.

"Seandainya ada dugaan serta penyimpangan dalam hal pengelolaan serta keberadaan perusahaan sawit di lapangan, sebaiknya semua pihak menggunakan jalur legal yang ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada Rabu (5/12/2018) minta masyarakat tidak terprovokasi oleh oknum LSM yang berkampanye hitam menolak sawit. Keberadaan investor sawit dinilai sangat penting, mengingat saat ini pembangunan dan pekerjaan di Kalteng sangat vital. 

Berita Terbaru