Banyak Masyarakat Desa Kinipan Harapkan Sawit

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 06 Desember 2018 - 18:12 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Aula Setda Lamandau yang menyoal tentang klaim lahan perusahaan PT Sawit Mandiri Lestari (SML) oleh sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Komunitas Adat Laman Kinipan, faktanya masyarakat Desa Kinipan yang hadir kala itu tidak bulat satu suara. 

Dari kurang lebih 40 perwakilan masyarakat, hampir setengah di antaranya justru mengharapkan agar mereka bisa bekerja sama menjalin kemitraan dengan perusahaan. 

"Perlu kami sampaikan Pak Bupati dan Bapak Ibu sekalian, mungkin selama ini yang ramai di publik itu ada yang mengatasnamakan masyarakat Kinipan menolak sawit, saya pastikan bahwa itu tidak mengatasnamakan masyarakat Kinipan secara keseluruhan, saya dan puluhan masyarakat lainnya justru banyak juga yang berharap dapat segera menjalin kerjasama dengan perusahaan," kata warga Kinipan, Thomas Lidin dalam rapat yang berlansung Rabu (5/12/2018) . 

"Pak, ini saya cerita ya, saya punya lahan garapan semak belukar. Luasannya belasan hektare, dan selama ini hanya bisa saya pandangi saja tanpa menghasilkan keuntungan, apalagi ditambah dengan adanya larangan membakar, terus apa keuntungan saya?" sebut Thomas Lidin lagi. 

Hal senada juga diungkapkan Wanteno, Petua, dan juga Rahmat. Mereka menyebut bahwa kehadiran PT SML justru merupakan angin segar bagi masyarakat Desa Kinipan dan desa lainnya dalam memperbaiki kondisi ekonomi. 

Petua juga mengatakan, jika lahannya produktif, misalnya melalui jalinan kemitraan dengan perusahaan, sudah tentu akan memiliki nilai ekonomi. Setidaknya dari lahan yang kini masih belum menghasilkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi keluarga. 

"Saya punya keluarga, saya juga punya anak, punya saudara, yang harus dibiayai sekolahnya. Nah, sekarang peluang ekonomi itu ada, investor sudah ada, izinnya lengkap dan tidak bermasalah, komitmennya bermitra dengan masyarakat pun sudah jelas. Harusnya kita berfikir, dengan adanya perusahaan ini kita dapat keuntungan apa? Harusnya kita menjadi bagian yang ikut berkembang juga," urainya. 

Saat itu Petua bahkan mengajak agar semua pihak membuka mata melihat peluang tersebut. Namun, kata dia, bagi yang masih tidak sepaham tentu tidak harus merasa berkeberatan, karena hal tersebut merupakan hak masing-masing. Namun jangan sampai menjadi persoalan.

"Silakan acungkan tangan yang memang sepakat dengan pendapat saya!" ucap Petua yang juga diikuti acungan tangan dari lebih 15 orang dari sekitar 40 orang warga Kinipan yang hadir di ruangan kala itu. 

Diketahui, di samping sejumlah masyarakat yang kontra, juga banyak masyarakat Kinipan yang pro kerjasama kemitraan dengan perusahaan yang datang ke kantor Bupati pada hari itu. Namun karena kondisi ruangan Setda terbatas mereka tidak dapat masuk semua ke ruang rapat. Di antara yang pro dan kontra harus diwakilkan.

Berita Terbaru