BKSDA Belum Dapat Laporan Penangkapan Buaya di Desa Handil Sohor

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 06 Desember 2018 - 19:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, belum menerima laporan penangkapan seekor buaya di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Kami sudah menghubungi pihak kecamatan, namun tidak ada laporan. Kami belum dapat informasi terkait penangkapan buaya tersebut," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Kamis (6/12/2018). 

Dia meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak desa atau kecamatan, jika menangkap buaya. Agar bisa diserahkan kepada pihak yang berwenang yakni BKSDA. Apalagi, buaya merupakan satwa yang dilindungi. 

"Jangan sampai dipelihara, apalagi dibunuh. Karena bisa terjerat hukum bagi pelakunya," kata Muriansyah. 

BKSDA saat ini terus melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat yang daerahnya rawan terjadi serangan buaya. Antara lain dengan meminta  masyarakat segera melapor apabila mendapati satwa liar itu.

BKSDA juga aktif jemput bola apabila ada warga yang ingin menyerahkan satwa dilindungi.

Sementara, buaya yang ditangkap warga di Desa Handil Sohor tersebut, hingga saat ini tidak jelas keberadaannya. Sejumlah warga ada yang mengatakan buaya itu dilepas kembali.   

“Warga mengatakan buaya tersebut dilepaskan kembali,” terang Akhmad Afandi, warga setempat. 

Namun itu belum bisa dipastikan. Karena tidak ada saksi mata yang melihat langsung pelepasan buaya muara sepanjang 2,5 meter tersebut. 

Sebelumnya, informasi dihimpun, buaya itu ditangkap warga pada Rabu (5/12/2018) sekitar pukul 07.00 WIB di sungai Desa Handil Sohor, menggunakan tali dan kayu. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


TAGS:

Berita Terbaru