DAD Kalteng Siap Lawan LSM Ganggu Industri Sawit

  • Oleh Agus Priyono
  • 07 Desember 2018 - 05:58 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) siap melawan oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang melakukan kampanye anti sawit menentang industri sawit di Indonesia, khususnya  Kalteng.

Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan bertindak tegas jika ada LSM yang menganggu industri sawit. Baik LSM dalam negeri maupun luar negeri.

"Siapa yang berani coba-coba mengganggu kamtibmas, tidak sesuai prosedur, bertentangan dengan peraturan yang berlaku, dan merugikan masyarakat Kalimantan Tengah, kita akan tindak," ujar Agustiar, Kamis (6/12/2018).

Agustiar juga menambahkan, DAD akan terus memperhatikan bagaimana pergerakan dari oknum LSM tersebut di Kalimantan Tengah.

"Kami akan perhatikan, jangan coba-coba mengganggu stabilitas di daerah ini. Intinya, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Agustiar juga mengimbau agar DAD kabupaten dan damang kepala adat agar menjaga warganya tidak mudah dibenturkan oleh LSM anti sawit dengan pihak perusahaan sawit yang ada di wilayah mereka.

DAD juga meminta agar para damang kepala adat menjalin komunikasi yang baik dengan perusahaan sawit yang ada di wilayahnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada Rabu (5/12/2018) minta masyarakat tidak terprovokasi oleh oknum LSM yang berkampanye hitam menolak sawit. Keberadaan investor sawit dinilai sangat penting, mengingat saat ini pembangunan dan pekerjaan di Kalteng sangat vital. 

Dia juga menegaskan, tidak akan mendukung oknum LSM yang tidak berkontribusi terhadap pembangunan Kalteng. Dia menyatakan mencekal oknum LSM yang hanya bisa berkampanye hitam saja. (AGUS/B-5)

Berita Terbaru