Sang Istri Jalan-jalan dengan Sopir Travel Korban Pembunuhan Bahas Kredit Ponsel

  • Oleh Naco
  • 19 Desember 2018 - 11:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Akhmad Fadli alias Ali (55) digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi diantaranya Syarkawi, Fitriani dan H Abu Syahrin.

Dalam sidang itu terkuak sebelum korban M Zaidi alias Didi alias Unyir dihabisi terdakwa, saksi Fitriani mengungkapkan kalau ia dengan Unyir bertemu dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Pengakuam Fitriani dalam sidang yang dipimpin Muslim Setiawan itu pertemuannya dengan Unyir membahas soal ponsel. Ia ditawarkan korban membeli ponsel di Banjarmasin, Kalsel. Fitriani kenal dengan korban lantaran sering kali ke Banjarmasin ikut mobil yang disopiri korban.

"Kata Unyir di Banjarmasin harga ponsel murah. Kalau buat kredit untungnya besar. Setelah membahas itu mereka berdua makan-makan," kata penasihat hukum terdakwa, Agung Adisetiyono, Rabu (19/12/2018).

Merasa istrinya tidak pulang Syarkawi menghubungi orang tua Fitriani yakni terdakwa. Malam itu Ali bertemu Fitriani dengan Unyir di lokasi kejadian dermaga kelotok Sungai Mentaya pasar PPM Sampit pada Senin (1/10/2018) tersebut karena mereka sudah menunggu di lokasi itu.

Fitriani cek cok dengan suaminya Syarkawi sementara Ali memarahi korban hingga korban ia dorong. "Apakah dipukul atau tidak itu tidak ada yang melihat termasuk Fitriani dengan Syarkawi melihat korban sudah tercebur dan merika tinggalkan," tegas Agung. Rabu (3/10/2018) jasad Unyir ditemukan.

Namun anehnya saat itu ia tanpa busana. Bahkan dalam sidang itu tidak bisa terungkap apa penyebab korban ditemukan tampa busana mengingat tidak ada saksi yang melihatnya. (NACO/B-6)

Berita Terbaru