Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Barru Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tenggelamnya Tugboat Buana Superior Diduga Akibat Dihantam Gelombang Tinggi

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 01 Januari 2019 - 10:58 WIB

BORNEONEWS, Sampit- Penyebab tenggelamnya Tugboat Buana Superior yang menarik Tongkang Buana Ocean 10 bermuatan bauksit, di sekitar muara Sungai Mentaya, diduga akibat hantaman gelombang tinggi.

Tugboat Buana Superior tenggelam pada Senin (31/12/2018) pukul 08.23 WIB. Tugboat membawa satu nahkoda dan tujuh anak buah kapal. Semuanya berhasil menyelamatkan diri.

"Saat kejadian, tugboat tersebut dihantam gelombang tinggi. Sehingga para nahkoda dan tujuh ABK langsung menyelamatkan diri ke dalam tongkang. Akhirnya tugboat tersebut tenggelam," ujar Dirpolairud Polda Kalteng Kombespol Badarudin, Selasa (1/1/2019).

Tenggelamnya tugboat itu bermula ketika menarik tongkang bermuatan bauksit dari perairan Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tujuan Kendawangan, Kalimantan Barat.

Setelah melewati muara Sungai Mentaya, pada pukul 08.23, tiba-tiba ombak setinggi 3 meter langsung menghantam tugboat. Tugboat pun oleng dan tenggelam.

"Untuk langkah selanjutnya, kita pastikan dulu kondisi korban. Dan nantinya akan mencari tahu kepastian penyebab tenggelamnya tugboat tersebut," ungkap Badarudin.

Sementara itu, tujuh korban selamat yakni nahkoda Catur Budianto, mualim 1 Amiruddin, KKM Guntur, musinis II Rusli Simon Pamatan, juru minyak Yotan Lili, juru mudi Sarlinton, juri mudi Umar Baru, dan juru mudi Sanjayak Tamui RY.

Semua korban sudah dievakuasi ke Sampit oleh pihak KSOP, KPLP, Basarnas, dan Ditpolairud Polda Kalteng. Evakuasi dilakukan agar para korban bisa segera menjalani pemeriksaan kesehatan dan jiwa. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)

Berita Terbaru