Telkomsel Terus Membangun Jaringan Hingga Pelosok

  • Oleh Oktrika Nugraheni
  • 05 Januari 2019 - 00:42 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Telkomsel terus membangun jaringan hingga pelosok untuk memudahkan komunikasi dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.  

Konsistensi Telkomsel dalam membangun jaringan nampak dari pertumbuhan jaringan dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, pada 2012 Telkomsel merupakan satu-satunya operator seluler yang menjangkau area perkebunan kelapa sawit di Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Berkat jaringan Telkomsel yang mumpuni kala itu, acara pelatihan blog yang digelar Borneonews di kawasan perkebunan kelapa sawit itu berjalan dengan lancar. Sekitar 50 peserta sukses mengunggah hasil karya mereka ke blog masing-masing secara bersamaan.   

Berkat jaringan yang mumpuni itu, komunikasi peserta yang merupakan pelajar SMP/SMA sederajat dengan orang tua mereka juga berjalan dengan lancar. Maklum, para peserta yang berasal dari Pangkalan Bun itu diajak menginap di asrama yang berada di areal perkebunan.

Itu gambaran pada 2012 lalu. Lalu bagaimana sekarang? Telkomsel sebagai operator seluler terbesar di Indonesia semakin banyak diminati masyarakat pengguna smartphone.

Konsistensi Telkomsel untuk membangun jaringan juga dirasakan masyarakat di wilayah pesisir. Dampak jaringan Telkomsel yang mumpuni dirasakan oleh Maimunah, pengepul ikan laut. Kini, perempuan yang memulai bisnis di bidang perikanan sejak 1990-an ini bisa dengan mudah berkomunikasi dengan para nelayan yang ada di pesisir pantai Kecamatan Kumai, seperti di Desa Kubu, Desa Teluk Bogam, dan Desa Keraya.

"Mereka (nelayan) biasanya telepon saya dapat ikan apa aja, seberapa banyak, jadi saya bisa memperkirakan akan menampung atau dilepas untuk dijual ke pasar," terangnya, Kamis (4/1/2019).

Pertumbuhan Jaringan   

Berbicara soal jaringan sangat lekat dengan yang namanya Base Transceiver Station (BTS). BTS adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator.

Manager Network Service Telkomsel Palangka Raya Fredy Siswanto mengatakan, total BTS di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 8.000 yang sudah didominasi oleh layanan 3G dan 4G yang tentunya memiliki beberapa keunggulan, salah satunya kecepatan akses data.

Menurutnya, Telkomsel setiap tahun selalu melakukan pembangunan BTS baru secara nasional untuk memperkuat dan menambah kapasitas layanan kepada pelanggan. "Secara total pertumbuhan di Kalimantan dari 2017 ke 2018 cukup signifikan dengan angka pertumbuhan jumlah BTS mencapai 23,62 persen, sedangkan secara khusus di wilayah Kotawaringin Barat mencapai 23,60 persen," terangnya.

Berita Terbaru