Karyawan Perkebunan Sawit di Antang Kalang Ditemukan Tewas Mengapung

  • Oleh Achmad Syihabuddin
  • 10 Januari 2019 - 19:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Seorang karyawan salah satu perkebunan kelapa bernama Iswadi, ditemukan tewas di bawah jembatan Sei Rintian, Sungai Penyahuan, Desa Mulya Agung, Kecamatan Anang Kalang.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Dimas Pambudi mengatakan, jasad pria berusia 38 tahun itu ditemukan pada Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 05.30 WIB.

"Iswadi bukan korban penganiayaan ataupun pembunuhan. Korban merupakan karyawan yang bertugas menghidupkan genset di perusahaan," kata Kapolsek Antang Kalang.

Penemuan mayat itu berawal saat karyawan kebingungan lantaran listrik di perumahan karyawan belum menyala saat memasuki pukul 17.00 WIB.

Beberapa karyawan di sana pun mendatangi kediaman korban, namun mereka hanya mendapati istrinya.

"Istrinya pun tidak tahu keberadaan korban. Korban disebutkan menyetrum ikan. Itu pun ketahuan saat istrinya melihat alat setrum tidak ada di rumah," kata Dimas.

Satu jam berselang, korban tidak kunjung tiba. Warga pun melakukan pencarian. Hingga pukul 03.00 WIB, pencarian pun sementara waktu dihentikan lantaran tidak membuahkan hasil.

Dua jam berselang, pencarian kembali dilakukan. Berjarak satu kilo meter dari kediaman korban, ditemukan motor dan sendal. Tidak jauh dari situ terlihat sosok jasad dengan kondisi mengambang di sungai. Setelah diperiksa, ternyata korban.

"Jasad korban dievakuasi dan dibawa ke puskesmas untuk divisum. Ada luka bakar di pelipis mata dan dada korban. Diduga meninggal dunia akibat tersetrum alat penyetrum ikan berkekuatan 12 Volt," jelas Kapolsek Antang Kalang. (ACHMAD SYIHABUDDIN)

Berita Terbaru