Badan Kehormatan DPRD Kotim Dinilai Tidak Bernyali

  • Oleh Naco
  • 11 Januari 2019 - 17:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Badan Kehormatan (BK) DPRD Kotawaringin Timur dinilai tidak bernyali, terkait perilaku anggota DPRD Kotim yang kerap disoroti publik, terutama dari sisi kinerja. 

BK periode 2014 - 2019 seakan tidak pernah terdengar aksi menindak oknum DPRD yang nakal. Bahkan pelanggaran yang kerap kali terjadi, seperti tiga kali anggota berturut-turut tidak hadir paripura, sesuai tata tertib seharusnya mendapat sanksi. Tapi nyatanya tidak ada.

Berdasarkan pantauan, jarang rapat dihadiri lengkap anggota dewan. Bahkan apabila dibanding periode sebelumnya, dinilai lebih parah. Bahkan parahnya di penghujung tahun tadi, beberapa kali rapat paripurna tidak pernah kuorum.

Setiap memulai pelaksanaan rapat, baik itu staf hingga pihak protokoler selalu sibuk memersiapkan dan menghubungi anggota agar hadir. Padahal sebagian berada di dalam kota. 

Terkait itu, Ketua DPC Gerindra Kotim H Ary Dewar mengatakan, pihaknya memastikan jika kader yang duduk di DPRD adalah yang aktif. Tapi jika dianggap tidak aktif, pihak partai sangat terbuka dengan kritikan dan masukan.

"Kalau tidak aktif, akan ada sikap terhadap tindakan anggota yang dianggap merusak citra lembaga dan nama partai,“ tegas Ary Dewar, Jumat (11/1/2019).

Ary juga sepakat agar Badan Kehormatan (BK) DPRD Kotim lebih tegas. Dengan begitu, tidak ada lagi yang berani main-main dengan aturan internal atau tatib di DPRD. Namun, jika BK memilih pasif, oknum legislatif akan berperilaku semaunya.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Kotim, Dadang H Syamsu mengatakan, perilaku yang mangkir dari tugas dan tanggungjawab tidak serta merta menyamakan citra seluruh anggota DPRD.

Menurut Dadang, seperti produktivitas menghasilkan regulasi, berupa peraturan daerah yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang.

Selama periode ini, ada 14 perda inisiatif yang dihasilkan. Semuanya inisiatif dari DPRD. Artinya dalam pelaksanaan fungsi, DPRD sudah berjalan dengan baik.

"Banyak perda yang kita hasilkan. Itu bukti kerja kita selama ini salah satunya," kata dia.

Namun, Dadang tidak berkomentar banyak terkait perilaku anggota yang dituding  sering mangkir.

“Kalau kami selalu aktif dan hadir apabila tidak dinas luar, bisa dicek," kata politisi yang tergolong vokal itu. (NACO/B-11)

Berita Terbaru