Industri Sawit Disamakan dengan Alkohol dan Rokok, Malaysia Protes WHO

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 13 Januari 2019 - 08:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC) tak terima dengan klaim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menuding industri minyak sawit memiliki taktik mirip dengan industri alkohol dan tembakau untuk mempengaruhi riset terkait dampak terhadap kesehatan.

Melalui CEO Datuk Dr Kalyana Sundram, MPOC menyebut studi yang dilakukan WHO itu bias, seraya menilai penulis dan editor studi tersebut menyelipkan temuan yang bias ketimbang melakukan kajian yang seksama, sehingga menyebabkan kekhawatiran di kalangan akademisi.

“Para penulis dari United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan akademisi Inggris telah mempergunakan argumen mereka untuk menghantam sawit demi menciptakan efek sensasional seperti studi ini," sembur Kalyana, seperti dikutip Bernama akhir pekan ini.

“Tapi yang lebih parah adalah WHO, sebuah lembaga yang dihormati, telah membiarkan diri mereka sebagai alat untuk memanipuladi komoditas pangan yang telah terbukti menghidupi jutaan orang di seluruh dunia," ucapnya.

Para penulis studi yang diterbitkan dalam buletin WHO, mengklaim bahwa mereka menemukan sembilan hasil riset tentang minyak sawit yang menunjukkan hubungan positif terhadap kesehatan, tapi empat di antaranya ditulis oleh MPOC, sehingga dinilai memihak.

Kalyana mendesak para penulis studi tersebut dan WHO untuk memberikan bukti klaim mereka, dan MPOC akan memberikan tanggapan resmi berbasis sains untuk membuktikan bahwa hasil riset itu benar. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru