Polisi Panggil Dokter Forensik Palangka Raya untuk Otopsi Jasad ABK

  • Oleh Achmad Syihabuddin
  • 15 Januari 2019 - 12:46 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya (KPM) memanggil dokter forensik untuk melakukan otopsi terhadap jasad anak buah kapal (ABK) KM Senja Papua yang bernama Yulianus Tanarubun, Selasa (15/1/2019).

"Kami sedang menunggu kedatangan dr Ricka Brilianty Zaluchu selaku dokter forensik RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk mengotopsi jasad korban. Otopsi akan dilakukan pada hari ini di RSUD dr Murjani Sampit," ucap Kapolsek KPM Iptu Irfan Ali Reza mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel.

Pria berusia 41 tahun itu ditemukan tergeletak di bawah tangga bagian loker kapal oleh rekan kerjanya, Senin (14/1/2019) sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah diperiksa, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan di tubuh korban. Kejadian itu langsung dilaporkan ke aparat kepolisian.

Kapal tersebut berlabuh di sebrang area dermaga PT Wilmar, Desa Baoanggang Raya, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Senin (14/1/2019). Warga Kalimas Baru RT 02 RW 06, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur itu diduga tewas akibat menghirup gas beracun.

"Kami belum mengetahui secara pasti apa penyebab kematian korban. Tunggu hasil otopsi dari dokter forensik. Apabila ada ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia, maka akan kami selidiki lebih lanjut," tukas Kapolsek KPM.

Evakuasi korban dari dalam kapal ke kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit dilakukan oleh Ditpolair Polda Kalteng, Satpolair Polres Kotim dan PMI Kotim. Setelah 7 jam, akhirnya jasad korban berhasil di evakuasi dan tiba di kamar jenazah sekitar pukul 03.00 WIB. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)
 

Berita Terbaru