Resedivis Kasus Pembunuhan Mengaku Dua Kali Ikut Bobol Sarang Walet

  • Oleh Naco
  • 21 Januari 2019 - 11:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Santoso alias Oso (29) resedivis kasus pembunuhan sudah dua kali membobol sarang walet, sedangkan tersangka Efendi (29) mengaku baru pertama kali. Itu mereka sampaikan saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Senin (21/1/2019)

"Pertama di Asam Baru, Seruyan habis itu yang sekarang, lalu ditangkap," kata Oso.

Sementara itu, Fendi mengaku baru kali pertama di mana kata keduanya, mereka nekat mencuri karena ajakan Mudi yang kini tengah diproses di persidangan Pengadilan Negeri Sampit, setelah ia terlebih dahulu diamankan.

Oso diamankan Jumat (23/11/2018). Keduanya diamankan di kediaman mereka. Oso merupakan warga Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu sedangkan Fendi warga Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu.

Diceritakan keduanya, perbuatan itu mereka lakukan pada Rabu (26/9/2018) pukul 02.30 WIB di Jalan Tjilik Riwut Km 48, Desa Patai, Kecamatan Cempaga bangunan walet milik Hasan bersama Mudianto alias Mudi (proses sidang), Lutfianur alias Lupi (sudah vonis) dan dan Rizki (DPO).

Perbuatan itu mereka rencanakan di kediaman Rizki di Jalan Walter Condrad Gang Bersemi, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Selasa (25/9/2018) mereka berangkat menuju wilayah Kecamatan Cempaga dan ke TKP menggunakan Toyota Avansa milik Mudi.

Lupi dan Fendi menunggu di mobil sambil mengawasi lingkungan sekitar. Sedangkan Mudi dan Oso masuk ke dalam Rizki menunggu di bawah. Saat asyik memanen sarang, Oso turun kabur bersama rekannya. Sedangkan Mudi tertinggal di dalam. Hari itu juga Lupi diamankan dan kemudian giliran kedua tersangka.

Dari pengakuan Oso, ini kali kedua ia masuk penjara. Pada 2004 silam ia terlibat kasus pembunuhan dan dihukum 5,6 tahun. Sedangkan Fendi mengaku baru kali pertama. (NACO/B-2)

Berita Terbaru