Tersangka Illegal Logging Kecewa, Pemilik Kayu Tidak Ditangkap

  • Oleh Naco
  • 23 Januari 2019 - 10:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Tersangka kasus illegal logging, Ar (40) merasa kecewa, lantaran hanya dirinya yang ditangkap. Sementara pemilik kayu tidak diproses.

"Padahal waktu itu, pemilik kayu Wijaya ada bersama kami. Dia menggiring menggunakan motor. Malah saya dan teman-teman sopir yang ditangkap. Padahal dia ada di TKP waktu itu," kata Ar, Rabu (23/1/2019), saat pelimpahan berkas tahap II di Kejari Kotim.

Ar diamankan anggota kepolisian, Aipda Yoyok Prasetio dan Briptu Adi Sunaryo pada Minggu (2/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Andjar Sugianto Km 6, Desa Rantau Tampang, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotim.

Dari truk Hino dengan nomor polisi DA 1199 BL, diamankan 59 potong atau 8,0116 meter kubik kayu jenis Benuas. Rencananya kayu itu diangkut menuju Palangka Raya. Jika berhasil, dia dijanjikan upah Rp 6 juta.

"Waktu itu belum menerima sama sekali upahnya. Karena katanya aman saja, makanya saya berani," tukas tersangka.

Saat itu Ar baru saja pulang mengantar pupuk ke salah satu perkebunan kelapa sawit. Pulangnya, dia diajak mengangkut kayu Benuas hingga akhirnya diamankan bersama tiga rekannya.

"Kami itu berlima, tapi satu teman kami kabur," tandas pria yang dijerat Pasal 83 Ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e dan atau Pasal 88 Ayat (1) huruf a Jo Pas 16 UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan tersebut. (NACO/B-11)

Berita Terbaru