Perlawanan Eksekusi Truk PT BKDS Tidak Diterima

  • Oleh Naco
  • 28 Januari 2019 - 10:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Perlawanan yang dilayangkan Margi B Sunardi terhadap Ramlin Mashur dan Yusoa tidak dapat diterima alias niet ontvankelujke verklaard (NO) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit.

"Hakim menjatuhkan putusan NO atas gugatan Margi tersebut," kata M Iman, kuasa hukum Ramlin, Senin (28/1/2019).

Menurut Iman, belum diketahui apakah pihak penggugat yang diwakili kuasa hukumnya P Duliarman Sinurat menerima atau mengajukan upaya hukum banding atas putusan tersebut.

"Belum tahu kami apakah mereka banding atau tidak," tukas Iman.

Perlawanan yang dilakukan Margi terhadap eksekusi lima truk PT Biru Kenyala Damai Sentosa (BKDS) di Pengadilan Negeri Sampit dengan Terlawan I Ramlin Mashur dan Terlawan II Yusoa.

Margi yang juga merupakan direktur PT Kemilau Makmur Abadi itu melakukan perlawanan setelah 5 truk tangki PT BKDS disita atas sisa utang PT BKDS sebesar Rp462 juta dengan Ramlin.

Itu merupakan sisa uang bisnis antara Ramlin dengan PT Biru Kenyala Damai Sentosa (BKDS) yang harus dibayar sehingga berujung pada penyitaan lima unit truk milik PT BKDS. Bahkan, perjanjian bisnis yang berujung pada utang itu tertuang dalam akta notaris yang dianggap sah.

Namun nampaknya Margi yang sudah mengubah nama truk itu dari BKDS jadi PT Kemilau Makmur Abadi itu keberatan hingga melayangkan perlawanan. 

Eksekusi itu berawal pada gugatan perdata pada 2016 lalu yang berujung damai. Dalam gugatan Ramlin, bukan hanya Yosua selaku direktur utama PT BKDS saat itu yang digugat, tapi juga perusahaannya PT BKDS. 

Dalam akta perusahaan itu, Margi masuk sebagai direktur bersama Jonathan Ing Ismail di PT BKDS. Sehingga baik itu Margi maupun Jonathan tahu dengan utang tersebut. (NACO/B-2)
 

Berita Terbaru