Meski Harga Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Tranportasi Udara Tetap Meningkat di Kalteng

  • Oleh Rahmat Gazali
  • 01 Februari 2019 - 15:42 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski beberapa Minggu ini harga tiket pesawat mengalamai lonjakan, namun ternyata penumpang melalui trasportasi udara tetap mengalami peningkatan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tercatat selama Desember 2018,  jumlah aktivitas penumpang yang meningkat 3,43 persen, dipicu oleh kenaikan jumlah penumpang yang berangkat (8,88 persen).

Selain itu, arus lalu lintas barang juga meningkat 2,83 persen yang dipengaruhi oleh kenaikan cukup tinggi pada volume muat barang (19,49 persen).

Meski begitu, ternyata frekuensi penerbangan malah mengalami penurunan. Frekuensi penerbangan pesawat udara menurun 2,24 persen, dari 1.878 kali penerbangan (November 2018) menjadi 1.836 kali penerbangan (Desember 2018).

"Berkurangnya frekuensi penerbangan yang tetap diikuti oleh kenaikan aktivitas penumpang dan volume barang, mengindikasikan kualitas layanan transportasi merosot selama periode waktu tersebut," Kata Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri, Juma't (1/2/2019).

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, frekuensi penerbangan pesawat selama Januari-Desember 2018 masih terjadi kenaikan (7,32 persen).

Pertumbuhan layanan penerbangan mampu mengungkit bertambahnya aktivitas penumpang (11,50 persen) dan volume barang (14,82 persen). 

"Namun demikian, potensi layanan arus lalu lintas penumpang secara keseluruhan relatif masih rendah. Hal ini terlihat dari rata-rata aktivitas penumpang hanya sekitar 169.857 orang per bulan, yang terdistribusi melalui tiga bandar udara utama di Kota Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit," tambahnya. (GAZALI/B-6) 

Berita Terbaru