Pemkab Murung Raya Terus Perjuangkan Lanjutan Pembangunan Bandara

  • Oleh Trisno
  • 03 Februari 2019 - 10:32 WIB

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Pemkab Murung Raya terus memperjuangkan anggaran lanjutan pembangunan Bandar Udara (Bandara) Tira Tangka Balang (TTB) Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya (Mura) ke pemerintah pusat.

Saat ini lokasi bandara yang akan dibangun sudah tahap pembersihan lahan (land clearing). Namun terhenti karena berbagai kendala termasuk kondisi lahan yang memerlukan konstruksi khusus.

Bupati Mura Perdie menyatakan, pihaknya terus memperjuangkan anggaran lanjutan pembangunan bandara karena Mura sangat membutuhkan transportasi udara untuk memuka akses trapsortasi cepat lantaran selama ini banyak bergantung dengan jalur darat yang memakan jarak tempuh yang sangat lama, misalnya kalau hendak ke Palangka Raya.

"Beberapa waktu lalu saya sudah tanda tangani perpanjangan kontrak pembagunan bandara dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta terkait dengan upaya lanjutan pembagunan bandara yang saat ini masih stagnan," tandas Perdie, belum lama ini.

Kontrak tersebut, kata dia, merupakan bentuk keseriusan pusat dan kabupaten berkomitmen menuntaskan pembangunan bandara yang selama ini sangat diimpikan masyarakat.

Sesuai isi kontrak, kata bupati, pihaknya menyiapkan segala fasilitas bandara untuk sisi darat, kemudian pusat menganggarkan untuk siisi udara dengan sistem kerja sama sharing anggaran. 

Diakui bupati, membangun bandara di atas lahan gambut memang tidak seperti membangu bandara biasa lainnya. Harus ada rumusan konstruksi yang tepat dan juga efisien di sisi anggaran.

Pembangunan Bandara TTB sudah dilaksanakan sejak 9 tahun lalu, dan pada 2013 memasuki tahapan land clearing. Namun saat dilakukan pembersihan lahan ternyata sebagian besar lokasi merupakan lahan hambut dengan kedalaman lebih 6 meter. Melihat fakta ini saat itu proses pengerjaan terpaksa dihentikan. (TRISNO/B-5)

Berita Terbaru