Ini Kronologis Penemuan Jasad Riyanto

  • Oleh Achmad Syihabuddin
  • 06 Februari 2019 - 13:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kematian Riyanto, seorang karyawan perkebunan kelapa sawit PT Teguh Sempurna, Divisi 1 Pemantang Estate, Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat.

Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Ratno mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel mengatakan, pada awalnya korban pamit dengan istrinya yang bernama Manisah untuk pergi mencari ikan dengan membawa alat setrum. 

"Korban berangkat dari kediamannya sekitar pukul 09.30 WIb, Selasa (5/2/2019). Namun tidak kunjung pulang hingga malam tiba," kata Kapolsek Mentaya Hulu saat dihubungi Borneonews.co.id, Rabu (6/2/2019).

Sekitar pukul 19.00 WIB, Manisah pun mendatangi pihak perusahan untuk meminta tolong mencaritahu keberadaan korban. Pimpinan perusahaan itu pun memerintahkan 30 orang anak buahnya untuk melakukan pencarian.

Tiga setengah jam berlalu, akhirnya pencarian tersebut membuahkan hasil. Mereka menemukan korban sudah tidak bernyawa di dalam parit yang memiliki lebar sekitar 4 meter dengan kedalaman air 50 cm.

"Korban ditemukan tidak bernyawa setelah 3,5 jam dilakukan pencarian. Kabel alat setrum ikan dengan kekuatan arus 12 volt itu melilit di tubuh korban. Kejadian ini dilaporkan ke kami sekitar pukul 23.30 WIB," jelas Iptu Ratno.

Setelah mendapatkan laporan itu, aparat kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. Jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Hingga saat ini hasil pemeriksaan dari tim medis belum keluar. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)

Berita Terbaru