Kakek Ini Beli Sabu Dari Keluarga Pengedar

  • Oleh Naco
  • 11 Februari 2019 - 12:26 WIB

BORNEONEWS, Sampit- Seorang kakek bernama Fitriansyah alias Ipit, 56, mengaku membeli sabu dari resedivis kambuhan yang baru saja keluar penjara. Resedivis itu bernama Dody Susilo.

Dody Susilo juga telah ditangkap polisi namun berkas perkaranya terpisah dari Fitriansyah.

"Saya beli sabu itu dari Dody. Beli satu paket saja saat itu," aku warga Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur ini saat pelimpahan berkas tahap II di Kejari Kotim, Senin (11/2/2019).

Ia mengaku, satu paket sabu dibeli dari Dody seharga Rp400 ribu. Saat menjalankan bisnis haram itu, Dody ternyata baru saja keluar dari penjara.

Fitriansyah diamankan pada Kamis (13/12/2018) pukul 10.40 WIB di sebuah bangunan bekas warung Jalan Baamang Tengah I, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang.

"Saat itu sabu itu belum sempat saya pakai, baru beli ditangkap di tempat Dody," kata Ipit.

Dody sendiri memang terkenal sebagai penjual sabu di Baamang. Selain menyandang sebagai resedivis, keluarganya juga terkenal menggeluti bisnis narkoba. Bahkan, ayahnya Aminudin masih mendekam di penjara atas kasus itu.

Sedangkan kakak iparnya, Makroni, baru saja ditangkap. Sedangkan kakaknya, Herman, baru keluar penjara atas kasus serupa. (NACO/B-3)

Berita Terbaru