Aksi Maling Walet Gunakan Mobil Bodong dan Senjata Api

  • Oleh Naco
  • 11 Februari 2019 - 19:02 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sidang kasus pembobolan sarang walet dengan terdakwa Santoso alias Oso (29) dan Efendi (29), dengan keterangan terpidana Mudianto alias Mudi, disebutkan mereka beraksi menggunakan mobil bodong dan senjata api.

"Yang masuk ke dalam gedung, saya. Waktu itu, saya bawa senjata api," kata Mudi, Senin (11/2/2019), di hadapan majelis hakim yang diketuai AF Joko Sutrisno dan JPU Kejari Kotim, Didiek Prasetyo Utomo.

Terdakwa beraksi pada Rabu (26/9/2018) pukul 02.30 WIB di Jalan Tjilik Riwut Km 48, Desa Patai, Kecamatan Cempaga. Tepatnya, di bangunan walet milik Abdul Hasan, keduanya beraksi bersama Mudianto alias Mudi (sudah vonis), Lutfianur alias Lupi (sudah vonis) dan dan Rizki (DPO).

"Waktu itu saya tahu dengar suara ribut. Lampu mereka matikan lalu saya lapor ke pak kades. Saat saya masuk ke dalam, ternyata ada orang," kata korban.

Saat itu juga, Mudi yang ada di dalam sempat mengeluarkan tembakan senjata api.

"Mendengar suara tembakan, kami mundur bersama pak polisi," kata Haki, saksi lainnya.

Waktu itu mereka meminta Mudi menyerahkan diri. Bahkan berjanji tidak akan menyakitinya jika kooperatif, hingga akhirnya Mudi berhasil diamankan. Dalam kasus ini Mudi dijatuhi hukuman selama 2,5 tahun penjara. (NACO/B-11)

Berita Terbaru