Legislator Kotim Harapkan Larangan Ekspor Rotan Dicabut

  • Oleh Naco
  • 12 Februari 2019 - 17:56 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, H Abdul Kadir berharap larangan ekspor rotan dari pemerintah pusat bisa direvisi atau dicabut. 

"Peraturan Menteri Perdagangan itu menimbulkan masalah bagi petani," kata Kadir, Selasa (12/2/2019).

Kadir mengatakan persoalan itu terletak di larangan eskpor. Yang menyatakan, rotan merupakan hasil hutan ikutan. Padahal secara fakta di lapangan, rotan merupakan hasil budidaya masyarakat.

Dia berharap pemerintahan saat ini mengambil langkah revisi aturan tentang larangan ekspor rotan. Sebab, dampaknya, harga rotan tidak ideal di tingkat petani.

Pemerintah pusat tidak paham rotan merupakan hasil budidaya. Rotan itu ditanam warga dan dipanen. Dan memang, hanya kebun warga yang masuk kawasan hutan.

Dia menjelaskan, kondisi harga rotan belakangan ini cenderung masih mampu membuat petani bertahan, lantaran investor dari luar sudah mulai masuk. Mereka langsung membeli rotan dari masyarakat dan dibawa ke pulau Jawa.

"Jangan salah hasil dari rotan ini banyak berbuah manis, banyak sarjana sukses dari orangtua pekerja rotan. Makanya rotan komoditas unggulan turun temurun di daerah ini," tandasnya. (NACO/B-11)


TAGS:

Berita Terbaru