Ikan Tidak Laku, Pedagang Ancam Demo ke DPRD Kotim

  • Oleh Naco
  • 20 Februari 2019 - 11:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pedagang pasar ikan di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Eli mengaku omset jualannya menurun drastis dampak dari diberlakukannya parkir elektronik.

"Menurun hingga 50 persen lebih, bahkan yang biasanya tidak pernah ikan dimasukan ke dalam es harus dibekukan karena tidak laku sepi pengunjung," katanya, Rabu (20/2/2019).

Begitu juga yang diungkapkan Kiki. Pedagang ayam ini menyebut pembeli lebih memilih ke pasar subuh karena di situ praktis. Pembeli turun dari kendaraan langsung berbelanja.

"Kalau di sini pembeli disulitkan dengan parkir elektronik. Kenapa harus dibuat di sini. Kenapa tidak diberlakukan di jalan utama sana saja jangan di sini," tukasnya.

Mereka mendesak agar parkir elektronik jangan diberlakukan meski akan diuji coba sampai dua bulan saja. "Jangankan dua bulan baru 20 hari saja kami sudah rugi. Lihat saja sepi seperti ini," tegasnya.

Bahkan jika tidak ada solusi dalam waktu dekat mereka akan ramai-ramai melakukan aksi demo ke kantor DPRD Kotim agar parkir elektronik tidak lagi dilakukan. "Kalau masih saja terpaksa kami demo ke DPRD," ucapnya.

Pedagang berharap pembeli jangan dibuat sulit dengan adanya parkir itu. Karena membuat pembeli malas berkunjung.

Parkir elektronik bukan solusi, namun membuat daya beli berkurang. "Selama ini saja mendongkrak daya beli saja sulit malah dibuat parkir semakin menurun," pungkasnya. (NACO/B-6)

Berita Terbaru