Pabrik Biogas Bakal Dongkrak Kinerja Sawit Sumbermas 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 04 Maret 2019 - 13:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pembangunan pabrik biogas oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) pada tahun ini akan memberikan sentimen positif terhadap kinerja perusahaan. 

"Kinerja SSMS tahun ini diprediksi akan lebih membaik jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, pendapatan SSMS tahun ini bisa tumbuh 5% hingga 10% dari tahun lalu," kata analis Oso Sekuritas, Sukarno Alatas, dalam risetnya pekan ini.

Saat ini, menurut Alatas, harga CPO sedang dalam tren penguatan setelah akhir pekan lalu ditutup menanjak 3,21% ke posisi RM2.189 per ton (US$537,37/ton). 

"Harga CPO telah mengalami penguatan sebesar 17%. Kemungkinan penguatan ini akan terus berlanjut dengan asumsi produksi yang menurun dan permintaan global yang naik terutama untuk B20," papar dia.

Di samping itu rencana SSMS yang akan membangun kembali pabrik biogas akan berpengaruh kepada kinerja perusahaan, sebab manfaat yang dihasilkan dari biogas menjadi sumber energi yang ramah lingkungan, lebih hemat dan lebih modern dibandingkan dengan energi berbentuk gas lainnya, seperti Liquefied Natural Gas (LNG), Liquified Petroleum Gas (LPG) atau Compressed Natural Gas (CNG).

Sedangkan Corporate Communication PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Andre Taufan mengatakan, saat ini SSMS mempunyai satu unit pabrik biogas yang telah berjalan, namun pihaknya akan menambah satu pabrik biogas lagi di tahun ini. 

"Kita mempunyai satu pabrik biogas, dari pabrik biogas ini, listrik yang dihasilkan bisa untuk memenuhi kebutuhan listrik di pabrik milik perusahaan. Sedangkan satu pabrik lagi on progress," ujarnya.

Nilai investasi pabrik biogas tersebut sebesar Rp60 miliar, rencananya pabrik tersebut akan rampung pada akhir tahun ini. Jika pabrik tersebut selesai maka kedua pabrik biogas milik SSMS akan menghasilkan 3,4 Megawatt (MW).

Dana untuk membangun pabrik biogas tersebut berasal dari capital expenditure (capex). SSMS mengalokasikan capex sebesar Rp700 miliar di tahun ini.

Berdasarkan catatan sebelumnya, capex perseroan tahun ini juga akan digunakan untuk mengakuisisi lahan seluas 30.000 hektare di Kalimantan. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru