Faktor Ini Bakal Pengaruhi Gerak Harga CPO Pekan Ini 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 05 Maret 2019 - 16:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada awal pekan ini, harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka bergerak positif dan bahkan menyentuh level tertinggi dalam sepekan. 

Laju positif tersebut dipengaruhi oleh menguatnya harga minyak nabati jenis lain dan peluang membaiknya hubungan dagang AS dengan China.

Amerika Serikat dan China sepertinya akan menyepakati tarif terhadap produk yang diimpor dari China, sementara Beijing berjanji untuk melakukan perubahan struktur ekonomi dan mengurangi aksi balasan terhadap impor produk dari AS.

Harga CPO berjangka kontrak Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menguat 0,5 persen menjadi RM2.200 ($540,41) per ton pada sesi pertama perdagangan Senin (4/3/2019).

"Menguatnya harga minyak sawit juga dipengaruhi oleh pembicaraan positif untuk menghentikan perang dagang AS versus China," kata seorang pelaku pasar di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Ia juga mengatakan menguatnya harga oilseed dapat mendorong penguatan harga minyak sawit.

Harga komoditas andalan Indonesia dan Malaysia ini telah melemah 3 persen pekan lalu akibat lesunya ekspor dan meningkatnya stok. 

Harga minyak sawit diperkirakan membaik dalam enam hingga 10 bulan ke depan, menurut analis industri sawit Thomas Mielke.

Namun demikian, para pelaku pasar sebelumnya mengatakan bahwa permintaan minyak sawit kemungkinan akan mengalami kontraksi untuk kali pertama dalam dua dasawarsa terakhir selama masa panen 2019/20 seiring dengan meningkatnya pasokan oilseed di India dan melambatnya permintaan di Eropa dan China.

Saat ini para pelaku pasar tengah menantikan dibukanya konferensi tentang industri sawit pekan ini, yang diharapkan menghasilkan proyeksi dan perkiraan pasar minyak sawit ke depan. (NEDELYA RAMDHANI/m)

Berita Terbaru