Penumpang Berkurang Pengaruhi Inflasi Penerbangan

  • Oleh Rahmat Gazali
  • 09 Maret 2019 - 12:42 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berkurangnya minat masyarakat terhadap transportasi udara memengaruhi terjadinya inflasi pada sektor penerbangan.

Berkurangnya minat masyarakat terhadap transporasi udara ini karena mahalnya harga tiket pesawat dalam beberapa minggu terakhir.

"Ada beberapa jadwal yang seharusnya berangkat pagi, namun karena penumpangnya sangat sedikit akhirnya diundur ke sore hari agar penumpangnya mencukupi," ujar Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kalteng, Terjo Piu, Sabtu (9/3/2019).

Selain permasalahan tiket yang mahal, Terjo menyebut biaya bagasi juga sangat menjadi pertimbangan masyarakat untuk memakai jasa transposrtasi udara.

"Pengurangan frekuensi penerbangan udara, khususnya di Bandara Tjilik Riwut sangat memengaruhi inflasi di Kalteng dan hingga saat ini harga tiket masih berkisar pada batas atas," imbuh dia.

Selain itu, dampak dari berkurangnya minat masyarakat terhadap transportasi udara ini juga berimbas pada diistirahatkannya dua pesawat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. (GAZALI/B-2)

Berita Terbaru