Eiger Lamandau Ternyata Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

  • Oleh Budi Yulianto
  • 10 Maret 2019 - 23:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perjuangan Hamson Eiger untuk bisa menjadi petinju terkenal hingga ke kancah internasional tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Apalagi, Eiger Lamandau--sapaan akrabnya--berasal dari keluarga kurang mampu. Tidak hanya itu, pemuda 25 tahun asal Kabupaten Gunung Mas ini juga harus berjuang tanpa pendamping kedua orang tua karena sejak usia 9 tahun sudah menjadi anak yatim piatu.

Ia juga hanya mampu mengeyam bangku pendidikan sampai tingkat SMP. Namun, perjuangan dan kegigihan membawanya ke arah yang lebih baik.

Ya, berkat ketelatenan menekuni dunia tinju, ia mampu menyabet beberapa gelar sampai ke tingkat internasional.

"Pendidikan saya cuma SMP. Kehidupan juga sangat kekurangan. Kemudian sejak usia 9 tahun, saya sudah anak yatim piatu. Jadi aku berharap di dunia olahraga ini, saya bisa beri yang terbaik untuk Indonesia dan Kalteng," ucap Eiger, Minggu (10/3/2019).

Saat ini, Eiger sedang menyiapkan diri bertolak menuju Amerika. Ia diperkirakan akan tinggal selama 1 tahun 6 bulan di negeri orang. Di situ, Eiger menjalani latihan plus kejuaraan.

Di sisi lain, Eiger ternyata sudah memiliki tunangan. Tentu saja Eiger akan meninggalkan sementara calon istrinya itu yang kini sedang menempuh pendidikan S2.

"Calon istri sangat mendukung meskipun ada rasa keraguan dikarenakan jarak jauh. Pasti ada timbul rasa curiga, saya pribadi maupun dia," ungkapnya.

"Tapi saya yakin jika itu jodoh, di ujung duniapun akan tetap bersatu," yakin Eiger sembari menambahkan sepulangan dari Amerika berencana menikah.

Prestasi yang diraih Eiger itu membuat Gubernur Kalteng Sugianto Sabran merasa bangga. Bahkan, Gubernur akan memberikan bantuan biaya menuju Amerika Serikat.

Berita Terbaru