Tersangka Sabu Orang Luar Sampit

  • Oleh Achmad Syihabuddin
  • 12 Maret 2019 - 17:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Beberapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan dan peredaran narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu di kota Sampit, kebanyakan bukan berasal dari Kabupaten Kotawaringun Timur (Kotim).

"Ada 29 kasus narkotika dengan 36 tersangka. Hampir semua tersangka berasar dari luar kota Sampit. Kebanyakan dari Pulau Jawa," ucap Ps Kasatreskoba Polres Kotim Iptu Arasi mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Selasa (12/3/2019).

Di antara 36 tersangka tersebut ada yang belum cakap hukum atau masih di bawah umur. Tersangka tersebut berinisial RK. Dirinya ditangkap lantaran memiliki sabu. Menurut keterangan pria berusia 16 tahun ini sabu tersebut adalah milik ayah kandungnya yang saat dilakukan penangkapan sedang tidak berada di tempat. 

Ada juga tersangka yang merupakan seorang ibu rumah tangga, bernama Nor Hasanah. "Satu orang berusia 16 tahun. Dua orang berusia 19 tahun. Tersangka berusia kisaran 25 hingga 30 tahun ada sebanyak 7 orang. Dan 17 tersangka berusia 30 tahun ke atas," sebut Iptu Arasi saat dibincangi Borneonews.co.id.

Dari semua tersangka diperoleh barang bukti berupa sabu sebanyak 557,64 gram senilai Rp1.115.280.000,- dan 7 butir ekstasi seberat 1,95 gram. Di antara kasus ini sudah ada dua perkara yang berproses di Kejari Kotim.

"Rata-rata tersangka bekerja sebagai buruh serabutan. Alasan mereka melakukan jual beli sabu adalah untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Apapun alasannya memiliki atau pun melakukan jual beli narkoba tidak diperbolehkan. Kami akan memprosesnya sesuai jalur hukum yang berlaku," tukas Ps Kasatreskoba Polres Kotim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)

Berita Terbaru