Bos Minyak Pengangkut BBM Milik PLN Segera Dimejahijaukan

  • Oleh Naco
  • 15 Maret 2019 - 11:46 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Bos minyak H Al Mus Mulyadi alias H Imul dalam waktu dekat akan segera dimejahijaukan (diadili) di Pengadilan Negeri Sampit atas tindak pidana pelayaran dan migas yang membelitnya setelah ia mengangkut bahan bakar minyak milik PLN.

"Iya pelimpahan perkara H.Imul sudah dilakukan," kata Lutvi Tri Cahyanto, Kasi Pidana Umum, Kejari Kotim, Jumat (15/3/2019) membenarkan pelimpahan perkara itu.

H.Imul harus berurusan dengan hukum berawal pada 20 April 2018 sekitar pukul 03.00 WIB di perairan Desa Pelangsian Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim, saat dilakukan pemeriksaan terhadap kapal SPOB Taheta Belum VII yang mengangkut BBM jenis bio solar milik PT PLN sebanyak 75 ton dengan tujuan PLTD Mendawai dan PLTD Pagatan.

Dari hasil pemeriksaan, petugas kapal ternyata tidak dilengkapi dengan peralatan komunikasi radio, mempekerjakan kapal tanpa memiliki kualifikasi dan alat angkut yang digunakan tidak memiliki izin pengangkutan.

Akibat perbuatannya itu, ia dijerat dengan pasal 307 Jo pasal 131 ayat 2 dan atau pasal 3 10 Jo pasal 135 undang-undang RI nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran dan atau pasal 53 huruf b Jo pasal 23 undang-undang RI No 22/2001 tentang Migas.

Perkara warga Jalan Iskandar RT 10 RW 2 Kelurahan MB Hilir Kecamatan MB Ketapang tersebut dilimpahkan ke Jaksa setelah dinyatakan lengkap oleh penuntut umum dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sampit untuk disidangkan.

Dalam perkara ini, pria yang sempat ditahan oleh penyidik Ditpolair Polda Kalteng itu oleh Jaksa tidak ditahan mengingat ancaman perbuatannya ini di bawah 5 tahun penjara sehingga tidak wajib untuk ditahan. (NACO/B-2)

Berita Terbaru