Penangkapan Sipir Lapas Sampit Menuai Tanda Tanya

  • Oleh Naco
  • 16 Maret 2019 - 11:12 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kembali berurusan dengan hukum, sipir Lapas Kelas IIB Sampit menuai tanda tanya dari kalangan legislator di DPRD Kotawaringin Timur. Bahkan itu dinilai terjadi akibat lemahnya pengawasan di Lapas.

"Dengan ditangkapnya lagi oknum sipir, kami menilai pengawasan terhadap pegawai hingga terhadap warga binaan masih lemah," kata Ketua Komisi I DPRD Kotim Handoyo J. Wibowo, Sabtu (16/3/2019)

Handoyo melanjutkan, ditangkapnya oknum sipir tersebut akibat lemahnya integritas pegawai serta lemahnya pengawasan dari jajaran petinggi selama ini. Padahal tertangkapnya sipir di Lapas Sampit bukan kejadian pertama.

Pernyataan Handoyo ini juga cukup beralasan, sebab dari dua kali penangkapan terhadap sipir salah satunya menyimpan  barang haram itu di dalam lapas dan itu, bahkan kejadiannya tidak berselang lama.

Kongkalingkong antara oknum sipir dengan mantan napi juga sudah dibuktikan. Seperti kasus sipir Herman Audi yang sudah divonis bersalah beberapa waktu lalu, kerjasamanya dengan mantan napi narkotika.

"Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam sistem, mereka masuk penjara harusnya memutuskan mata rantai. Namun sebaliknya malah menambah jaringan mereka," pungkasnya yang juga politikus Partai Demokrat ini.

Tertangkapnya pegawai Lapas Sampit Ketut Widian Arisandi menambah daftar petugas Lapas Sampit yang diamankan atas kasus narkotika setelah sebelumnya komandan jaga Lapas Sampit Herman Audi juga berhasil ditangkap.

Herman Audi lalu ditangkap oleh petugas Ditresnarkoba Polda Kalteng, sementara Ketut ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah. (NACO/B-2)

Berita Terbaru