Analis: Ada Potensi Harga CPO Rebound

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 25 Maret 2019 - 15:12 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Negosiasi yang terus dilakukan baik oleh Indonesia maupun Malaysia dengan sejumlah negara di Uni Eropa agar kebijakan untuk menghapuskan minyak sawit dalam pembuatan biofuel dibatalkan, diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi pasar.

Dengan demikian, emiten di sektor perkebunan khususnya kelapa sawit diprediksi akan semakin membaik dari sisi kinerja maupun harga saham akibat hilangnya beberapa sentimen negatif itu, seperti embargo produk kelapa sawit di Uni Eropa.

"Saat ini, emiten sawit sudah pada posisi bottom dari sisi teknikal maupun fundamental. Dari sisi harga komoditas sawit juga sudah di posisi bottom," kata analis Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi, dalam risetnya awal pekan ini. 

Di sisi lain, menurut Wafi, sentimen negatif juga sudah mereda. Ini pertanda bahwa emiten sawit akan berprospek baik.

"Justru ke depan sentimen positif sudah akan bermunculan seperti pasar Eropa akan hadir kembali sawit dan aturan B20 jadi sentimen positif," papar dia.

Selama periode 18-22 Maret 2019, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menguat 4,84%. Pada akhir pekan lalu, harga CPO kontrak Juni ditutup pada posisi RM2.167 per ton (US$533,48/ton), atau turun 0,23%. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru