Seluruh Kades di Barito Utara Diberi Pehaman Penanganan Konflik Satwa Liar

  • Oleh Ramadani
  • 26 Maret 2019 - 19:16 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala desa (Kades) seluruh Kabupaten Barito Utara diberikan pemahaman mengenai penanganan konflik satwa liar melalui sosialisasi yang dilaksanakan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW III Muara Teweh, Selasa (26/3/2019).

Kepala SKW III Muara Teweh, Nizar Ardhanianto mengatakan sosialisasi penanganan konflik satwa liar ini merupakan tindaklanjut terhadap penanganan satwa liar di hutan Kalimantan, khususnya di Kabupaten Barito Utara.

Contohnya ketika ada kejadian orangutan masuk perkampungan di desa Lampeong dan ada buaya masuk ke Sungai Butong, maka BKSDA perlu melakukan sosialisasi penanganan konflik agar penanganan ini tidak salah dalam penanganannya.

"Bagaimanapun satwa-satwa ini merupakan satwa yang dilindungi,” jelasnya. Untuk itu pihaknya mengundang sekitar 63 kades se Barito Utara yang dianggap daerahnya rawan terjadinya konflik antara satwa liar dengan manusia.

“Khususnya desa yang wilayahnya berbatasan langsung dengan hutannya," tandasnya. Sosialisasi penanganan Konflik Satwa liar dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Jainal Abidin.(RAMADHANI/B-6)

Berita Terbaru