Sekda Barito Utara: Hindari Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar

  • Oleh Ramadani
  • 26 Maret 2019 - 19:22 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Utara,  Jainal Abidin membuka sosialisasi penanganan konflik satwa liar, yang diselenggarakan oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW III Muara Teweh, Selasa (26/3/2019).

Sekda mengatakan sosialisasi penanganan konflik satwa liar di dalam ataupun luar kawasan Kabupaten Barito Utara bermaksud menghindari terjadinya konfiik antara manusia dan satwa liar. 

Sehingga tidak menimbulkan kerugian harta benda maupun keselamatan jiwa manusia atau satwa liar yang harus diselesaikan dengan tetap memperhatikan keselamatan manusia dan kelestarian satwa liar, serta mensosialisasikan peraturan yang berlaku saat ini tentang tumbuhan dan Satwa liar. 

“Karena, pada kondisi tertentu konflik antara manusia dan satwa liar dapat merugikan semua pihak,” jelasnya.

Disampaikannya, kerugian yang umum terjadi akibat konflik di antaranya seperti rusaknya tanaman pertanian dan atau perkebunan, pemangsaan ternak dan dapat menimbulkan korban jiwa manusia.

“Pada sisi lain tidak jarang satwa liar mengalami kematian akibat penanggulngan konflik yang salah," imbuhnya. 

Lanjutnya, konflik antara manusia dan satwa liar yang terjadi cenderung meningkat akhir-akhir ini. Bahkan baru-baru ini kita telah mendengar dari surat kabar atau media informasi lainnya bahwa telah terjadi kejadian seperti masuknya hewan dilindungi ke dalam areal pemukiman warga. 

"Semoga dengan adanya sosialisasi penangan konflik satwa liar ini diharapkan semua pihak yang terkait memilih kesamaan pemahaman, persepsi, serta langkah dan komitmen bersama dalam menanggulangi konflik," harapnya. (RAMADHANI/B-6)

Berita Terbaru