Kabinda Sebut Kerawanan Pelanggaran Pemilu sudah Dianalisa Sejak Delapan Bulan

  • Oleh Budi Yulianto
  • 16 April 2019 - 00:24 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Tengah Brigjen Slamet Urip Widodo menyebut potensi kerawanan pelanggaran pemilu di Bumi Tambun Bungai sudah dianalisa sejak delapan bulan lalu.

"Aparat keamanan dan penyelenggara pemilu dibantu Gakkumdu sudah delapan bulan menganalisa dan mengevaluasi potensi kerawanan," ucap Slamet.

Pernyataan ini dia sampaikan saat konferensi pers tentang kesiapan pengamanan di Polda Kalteng yang dipimpin Kapolda Irjen Anang Revandoko, Senin (15/4/2019).

Dari hasil analisa dan evaluasi tersebut, Kalimantan Tengah sampai saat ini tetap kondusif. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada 17 April nanti berikut menggunakan hak pilihnya.

"Jangan ragu gunakan hak pilih karena sudah terjamin semua keamanannya," tuturnya.

Sementara itu, Irjen Anang Revandoko mengatakan bahwa pihaknya dalam pesta demokrasi tahun ini menurunkan 4.479 personel. 

Polda Kalteng mendapat tambahan personel yakni bantuan dari TNI yang berjumlah 1.897 personel. Jumlah ini disampaikan Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arm Saiful Rizal. (BUDI YULIANTO/b-3)

Berita Terbaru