Ini Cerita Warga saat  Barakan Tersambar Petir

  • Oleh Wahyu Krida
  • 16 April 2019 - 13:22 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rustam, penghuni barakan yang berada di Jalan Abdul Ancis Gang Pipit RT 10 Kelurahan Sidorejo Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menceritakan kengerian yang dirasakannya saat petir menyambar salah satu kamar barakan yang dihuni oleh tetangganya, Senin (15/4/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Waktu itu sedang hujan deras. Posisi kamar barakan saya berada di depan kamar barakan yang tersambar petir. Tiba-tiba terdengar petir menyambar namun bunyinya sangat keras seperti bom. Saya yang waktu itu sedang memegang HP terasa sakit seperti orang terkena setrum listrik. Hingga kini tangan  kiri saya masih terasa ngilu," jelas Rustam di barakannya, Selasa (16/4/2019)

Keruan, lanjutnya, HP tersebut langsung dilemparkannya ke lantai.

"Setelah itu saya keluar rumah dan tetangga terlihat sibuk memadamkan api di rumah Bu Mardiana yang berada di samping barakan kami. Bukan itu saja, ternyata kamar barakan yang dihuni oleh Robai, tetangga saya, juga hancur bagian belakangnya akibat tersambar petir," jelas Rustam.

Ia menjelaskan, saat ini ia sangat takut untuk memegang HP saat cuaca sedang mendung dan petir mulai menyambar.

"Dulu memang saya pernah membaca di medsos bahwa HP bisa menjadi pengantar listrik yang disebabkan oleh petir. Awalnya saya tidak terlalu percaya. Namun saat saya merasakan sendiri, betapa ngerinya dampak dari sambaran petir. Saat ini bila langit mendung atau berpetir, saya langsung meletakkan HP, takut tersetrum lagi," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru