Penjambret di Jalan Gajah Mada Terancam 1,5 Tahun Penjara

  • Oleh Naco
  • 16 April 2019 - 14:12 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Terdakwa kasus penjambretan yang terjadi di Jalan Gajah Mada Seruyan, AMM (19), terancam hukuman 1,5 tahun penjara. Tuntutan itu dibacakan Selasa (16/4/2019) oleh jaksa Kejari Seruyan, Erwan Karim Juanda.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 365 Ayat (1) ke-2 KUHP," kata jaksa dalam tuntutannya.

Terdakwa menurut jaksa, bersama dua rekannya yang masih berumur 17 tahun itu menjambret Lidya saat dibonceng suaminya Arman. 

Dalam sidang itu, ketiganya punya peran masing-masing. Dua anak yang menggunakan motor Honda Revo merampas tas Lidya, sedangkan AMM menggunakan motor Honda Supra bertugas mengalihkan perhatian korban.

Penjabretan berawal saat korban melintas di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan pada 24 Desember 2018 sekitar pukul 21.30 WIB.

Salah satu anak yang dibonceng di bagian belakang menarik tas korban yang berisi uang Rp170 ribu, ponsel, KTP dan ATM. Setelah itu, keduanya kabur. 

Hingga akhirnya pada 26 Desember 2018 para pelaku dilaporkan dan pada 27 Desember 2018 malam kedua anak diamankan bersama AMM yang berperan mengalihkan perhatian korban saat keduanya beraksi.

Atas tuntutan itu, terdakwa minta keringanan dengan alasan menyesal dan ikut membantu orang tuanya bekerja. (NACO/B-2)

Berita Terbaru