Permasalahan Kertas Suara Muncul Sejak Pelipatan

  • Oleh Naco
  • 18 April 2019 - 11:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Permasalahan kertas suara hingga terjadi kekurangan pada hari pencoblosan muncul sejak pada saat pelipatan beberapa waktu lalu di kawasan indoor Stadion 29 Nopember Sampit tersebut.

Salah satu petugas pelipatan kertas suara WL beberapa waktu lalu menyebutkan mereka banyak yang berhenti gara-gara upah pelipatan tidak sesuai diberikan dari semula

"Waktu pelipatan beberapa waktu lalu upah kami dipotong per dusnnya Rp5 ribu," kata WL, Kamis (18/4/2019)

Di mana tiap dus diupah sebesar Rp50 ribu. Akan tetapi terakhir saat upah dibayar pemotongan dilakukan sebesar Rp3 ribu saja. Akan tetapi dirinya sudah berhenti terlebih dahulu.

Menurut dia pelipatan surat suara itu turum dari periode sebelumnya di mana dulu per dus Rp75 ribu. Dalam tiap dus berisi 1.000 surat suara.

"Sementara untuk surat suara presiden diupah Rp25 per lembarnya," tukasnya.

Hingga akhirnya surat suara Kembali bermasalah di mana sejumlah TPS yang ada di kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur mengalami kekurangan.

Meski sebagian TPS berhasil didistribusikan kembali namun ada beberapa TPS yang terpaksa pemilihnya tidak mencoblos terutama mereka yang memilih menggunakan KTP elektronik tanpa mengantongi kartu pemilih atau C6.(NACO/m)

Berita Terbaru