Bupati Kotim Minta Disdagprin Tingkatkan Pemantauan Harga Pasar

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 23 April 2019 - 12:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) setempat lebih meningkatkan pemantauan harga bahan pokok di sejumlah pasar menjelang Ramadan.

"Disdagprin agar terus-menerus memantau harga kebutuhan pokok di pasaran. Agar bisa mencegah kenaikan haega," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Selasa (23/4/2019). 

Kenaikan harga komoditas biasanya akan terjadi menjelang dan saat memasuki bulan sici Ramadan. Hal tersebut yang harus diantisipasi oleh Disdagprin. Jangan sampai barang naik terlalu tinggi, dan harus ada solusi yang dilakukan untuk antisipasi hal tersebut. 

"Kalau pun ada kenaikan, jangan terlalu tinggi. Sehingga masyarakat tidak merasa terbebani dengan keadaan tersebut," kata Bupati. 

Bupati juga minta Disdagprin selalu berkoordinasi dengan agen terkait harga kebutuhan pokok. Sehingga dapat diketahui penyebab naik dan turunnya harga bahan pokok. 

"Saya juga mengimbau pedagang tidak memanfaatkan situasi menaikkan harga yang tidak wajar jelang bulan Ramadan, sehingga merugikan pembeli," saran Bupati. 

Sejumlah bahan pokok di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit sudah mulai mengalami kenaikan, di antaranya harga ayam pedaging dari Rp32 ribu naik menjadi Rp34 ribu perkilogram, cabai rawit sebelumnya Rp35 ribu per kilo naik menjadi Rp50 ribu per kilogram, bawang merah sebelumnya Rp38 ribu per kilo naik menjadi Rp48 ribu, begitu juga bawang putih yang saat ini harga mencapai Rp55 ribu. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru