Petugas Pemilu Kelelahan Jangan Dipaksakan

  • Oleh Naco
  • 29 April 2019 - 17:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Syahbana meminta petugas yang ditempatkan di PPK atau kecamatan selama proses rekapitulasi jangan memaksakan diri  bila sudah merasa kelelahan. 

Imbauan ini dia sampaikan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada petugas maupun saksi, serta aparat keamanan yang berjaga siang dan malam.

"Karena sudah ada yang meninggal dunia, belum lagi yang sakit," kata Syahbana, Senin, 29 April 2019.

Pada pemilu tahun ini banyak yang sudah jadi korban, khususnya petugas PPK, Panwaslu, Linmas, dan petugas keamanan. karenanya, bila merasa sudah kelelahan jangan dipaksakan. Sebab urusan kesehatan adalah prioritas.

Ia melihat, proses penghitungan atau rekapitulasi  yang berjalan di Kecamatan Baamang dan MB Ketapang saat ini sangat melelahkan dan menguras tenaga.

"Untungnya petugas itu masih banyak yang muda dan enerjik, itupun mereka sangat kelelahan," tukasnya.

Maka dari itu, Syahbana menekankan saat pelaksanaan pemilu ke depan, perekrutan petugas di PPS hingga di PPK harus lebih memprioritaskan  para pemuda. 

Karena yang muda tentunya kondisi badan masih fit dan prima. Apalagi jika menghadapi pemilihan kepala daerah nantinya harus pilih orang yang betul-betul mampu secara fisik menjalankan tugas.

Selain itu, dia mengapresiasi kesiapsiagaan petugas medis yang ikut  dalam proses pemilu. Dengan harapan agar petugas itu bisa terus stanby.(NACO/B-3)

Berita Terbaru