Output Sawit Malaysia Diprediksi Naik 2019, Indonesia Stagnan

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 02 Mei 2019 - 06:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Produksi kelapa sawit Malaysia diprediksi meningkat menjadi 20 juta ton pada 2019, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 19,5 juta ton. 

Prediksi itu diungkapkan analis industri sawit, Dorab Mistry, seraya menyebut produksi juga akan terhambat oleh menuanya tanaman eksisting. 

Tingkat produksi sawit Malaysia selama Januari, Februari dan Maret diestimasi menembus rekor baru, demikian data dari Refinitiv Eikon mengacu pada pencapaian pada Januari 2000. 

Mistry menaikkan proyeksi output Malaysia berdasarkan siklus tinggi produksi yang berakhir mulai sekitar Agustus 2018 hingga Maret 2019. Setelah periode ledakan penanaman atau kultivasi ini, tsnaman sawit perlu istirahat, sehingga akan membatasi produksi di sisa tahun 2019.

"Malaysia akan kembali terganggu oleh masalah produksi pada 2019 akibat banyaknya tanaman yang sudah tua," sebut Mistry, seperti dikutip Reuters.

"Pohon-pohon tua akan mengalami stres akibat tingginya produktivitas pada 2018," kata Mistry, seraya menambahkan bahwa rendahnya harga juga menyebabkan petani kecil mengurangi pemakaian pupuk mulai Agustus lalu. 

Tahun ini, harga minyak sawit acuan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange bergerak di kisaran RM2.300 - RM2.000 per ton. Awal pekan ini, harga ditutup turun 0,4 persen menjadi RM2.109 ($510,41) per ton. 

Sementara itu, Mistry mempertahankan proyeksi output sawit Indonesia di angka 44 juta ton tahun ini, dan produksi global akan naik sekitar 3 juta ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)
---------

Berita Terbaru