Ini Alasan Dibuat Hutan Wisata Jurung 3

  • Oleh Wahyu Krida
  • 04 Mei 2019 - 16:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menjaga hutan yang merupakan warusan dari leluhurnya agar selalu lestari. Inilah yang menjadi tujuan Sehat dan Tamel kakak beradik dari keluarga Otol yang merupakan warga Desa Pasir Panjang membangun Wisata Hutan Jurung 3.

Usai peresmian objek wisata berbasis konservasi lingkungan ini, salah satu pemilik hutan wisata seluas 20 hektare tersebut yaitu Sehat Otol, Sabtu, 4 Mei 2019 menceritakan asal usul hutan tersebut.

"Dulu leluhur kami warga suku Dayak yang bermukim di Desa Pasir Panjang biasa berladang dilokasi lahan yang terdapat hutan ini secara berpindah. Agar hutan ini bisa terjaga sama seperti kami menikmatinya pada zaman dulu dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya, maka lahan ini kami buat menjadi objek wisata berbasis konservasi lingkungan," jelasnya.

Sehat mengatakan, para pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini selain untuk bersantai dan menikmati keindahan hutan, juga bisa melihat dan mempelajari keanekaragaman hayati yang ada.

"Berbagai tanaman buah hingga pohon yang sudah langka contohnya jelutung terdapat di hutan ini. Kemarin waktu sedang musim buah hutan, para pengunjung kami persilakan untuk mengambil dan menikmati buah hutan seperti cempedak secara gratis. Bahkan pengunjung tidak perlu lagi naik pohonnya lantaran buahnya banyak yang jatuh saat matang di pohon. Jadi tinggal kupas dan nikmati saja," jelasnya lagi.

Menurut Sehat, beragam satwa liar juga bisa ditemui hidup bebas  dihutan wisata ini. "Di antaranya lutung merah atau kelasi hingga beruang madu. Walau demikian semuanya aman, lantaran para ranger atau penjaga hutan selalu tersebar diberbagai penjuru hutan wisata untuk menjaga keselamatan pengunjung," imbuhnya.

Bukan hanya itu saja beragam permainan dan spot menarik juga tersedia di hutan wisata ini. "Spot tersebut tentunya menarik sebagai lokasi berfoto bagi pengunjung. Di antaranya jembatan gantung, rumah pohon. Permainan petualangan  yang ada ditenpat ini yaitu flying fox, penyewaan mobil AVP mini dan sepeda  Nantinya jenis permainan akan ditambah disesuaikan dengan kondisi yang ada," sebutnya.

Sehat kemudian menjelaskan arah untuk menuju objek wisata tersebut dan berapa tarif masuknya.

"Menuju lokasi Jurung 3, masyarakat busa menggunakan kendaraan menuju arah lokasi pembuangan sampah akhir di Translik. Ikuti saja jalan itu nanti ada petunjuk yang sengaja kami pasang guna mempermudah pengunjung. Sedangkan tarif masuknya perorang kami rasa cukup terjangkau yaith Rp10 ribu per orang. Jumlah pengunjung yang datang ke objek wisata ini perhari jumlahnya bervariasi. Saat hari biasa pengunjung berkisar 100 orang, namun bila hari libur melonjak hingga 1.000-1.500 orang," tandasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)

Berita Terbaru