Aura Negatif Masih Selimuti Perdagangan CPO

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 07 Mei 2019 - 08:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kejatuhan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka akgir pekan lalu jatuh 1 persen, yang merupakan kejatuhan terdalam selama sepekan. 

Harga CPO kontrak Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 1,1 persen di level RM2.010 ($485,39) per ton, yang dipengaruhi oleh ekspektasi produksi yang bearish. 

Sebelumnya, harga CPO anjlok 1,3 persen menjadi RM2.006, level terlemah sejak 11 Desember 2018. 

Selama sepekan lalu, CPO merosot 5,1 persen, yang menjadi penurunan mingguan kedua berturut-turut. 

"Kondisi pekan lalu kemungkinan berlanjut pekan ini, karena sentimen secara keseluruhan masih lemah," kata seorang pelaku pasar di Jakarta, Senin (6/5/2019). 

Ia menyebut outlook industri sawit dari sisi pro masih bearish sejauh ini. Kondisi ini yang membuat pasar belum beranjak dari zona negatif. 

Produksi minyak sawit di Malaysia naik 1,67 juta ton pada Maret, naik 8,3 persen dari Februari. 

Selain itu, kejatuhan harga kedelai di Chicago Board of Trade juga turut memberikan sentimen negatif, karena minyak kedelai menjadi pesaing minyak sawit di pasar minyak nabati global. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru