Hati-hati Mafia Tanah Manfaatkan Wacana Pemindahan Ibu Kota

  • Oleh Agus Priyono
  • 10 Mei 2019 - 19:54 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Adanya wacana pemindahan ibu kota pemerintahan dari Jakarta menuju Kalimantan, di mana Kalimantan Tengah yang menjadi poros utamanya, masyarakat khususnya Kalteng diminta berhati-hati terhadap mafia tanah.

Pesan ini disampaikan pemerhati persoalan agraria, Eldonie Asi Mahar, kepada Borneonews, Jumat, 10 Mei 2019.

Eldonie mengatakan, tanah merupakan sesuatu yang bisa menjadi sebuah investasi jangka panjang yang menggiurkan, apalagi dengan wacana pemindahan ibu kota pemerintahan yang santer diberitakan beberapa pekan ini menjadi salah satu nilai dorong harga tanah di pasaran.

 “Jangan dipandang sebelah mata, melainkan dilihat sebagai persoalan serius dari berbagai aspek. Prinsipnya persoalan tanah ini kompleks dan harus diselesaikan secara hati-hati sehingga jangan sampai menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan,” ujar Eldonie.

Ia menambahkan, jika banyak persoalan yang terjadi terkait tanah yang ada di Kalteng, terlebih jika dalam pengurusan surat atas tanah yang diberikan merupakan surat tanah palsu akibat ulah dari mafia tanah yang bekerjasama dengan oknum perintahan yang tidak bertanggungjawab.

 “Masyarakat masih belum jeli dalam membeli lahan yang ada di Kalteng ini, sehingga hal tersebut banyak dimanfaatkan oleh sekelompok oknum yang tidak bertanggungjawab,” tandasnya. (AGUS PRIYONO/B-5)

Berita Terbaru