Gubernur Minta Kearifan Lokal Tetap Dijaga meskipun Kalteng Jadi Ibu Kota Negara

  • Oleh Budi Yulianto
  • 12 Mei 2019 - 07:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalteng menjadi salah satu provinsi alternatif pemindahan ibu kota negara. Selain Kalteng, ada juga daerah lain yaitu Kalimantan Timur.

Namun, jika Kalteng yang ditetapkan sebagai ibu kota negara, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran meminta agar kearifan lokal di Bumi Tambun Bungai tetap dijaga.

"Hal ini yang saya sampaikan ke presiden. Memohon agar kearifan lokal dijaga," kata Gubernur, Sabtu, 11 Mei 2019.

Di sisi lain, Gubernur mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah untuk tidak menjual tanahnya.

"Mudah-mudahan 2019 ini sudah bisa diputuskan. Apakah Kalteng atau Kaltim," ungkapnya.

Gubernur berharap, Kalimantan Tengah bisa menjadi pusat pemerintahan negara. Saat ini, tinggal doa dan dukungan dari masyarakat Kalteng.

Sementara itu, Presiden Jokowi saat berkunjung ke Palangka Raya pada Selasa, 7 Mei 2019 mengatakan bahwa semua aspek akan dikaji untuk memastikan daerah mana yang pantas menjadi ibu kota negara.

"Semua aspek harus dilihat. Baik itu sosiologi, lingkungan, kebencanaan, sosial politik dan lainnya," katanya.

"Seperti apa nanti, semua akan dicek, dilihat, diakumulasi dan dihitung oleh tim. Saya hanya melihat di lapangan," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-5/Adv)

Berita Terbaru