RI-Malaysia Rapatkan Barisan Gugat Eropa Soal Sawit ke WTO

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 16 Mei 2019 - 11:46 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain berbagai upaya diplomasi dengan perwakilan negara-negara Uni Eropa tentang minyak sawit, Pemerintah Indonesia dan Malaysia juga saling bertukar pikiran untuk menyikapi rencana Eropa menghapus minyak sawit untuk membuat biofuel. 

Langkah terbaru kedua negara penghasil minyak sawit terbesar dunia ini dkiwujudkan melalui pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail. Pertemuan kedua pemimpin negara itu membahas kerja sama bidang ekonomi, yakni tentang minyak sawit.

"Kita membicarakan antara lain tentang sikap bersama mengenai sawit, CPO, dengan Eropa," kata Jusuf Kalla usai pertemuan dengan Wan Azizah di Hotel Beau Rivage, Jenewa, Swiss, medio pekan ini. 

Menurut Wapres JK, kedua negara berkehendak untuk memajukan masalah ekspor kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

JK menjelaskan komoditas minyak sawit adalah produk yang penting bagi kedua negara, sehingga wajar jika Indonesia memilih jalur untuk mengadukan sikap diskriminatif UE terhadap sawit ke WTO. 

Adapun kebijakan UE atas sawit ikut memberikan tekanan terhadap harga CPO, yang kini berada di bawah level RM2.000 per ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru