Bawaslu Katingan Keluarkan Rekomendasi Terkait Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu

  • Oleh Abdul Gofur
  • 16 Mei 2019 - 17:18 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Katingan mengeluarkan rekomendasi terkait laporan dugaan pelanggaran pada pemilu 17 April 2019.

Ketua Bawaslu Kabupaten Katingan Yosafat E Kawung menuturkan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi terkait laporan dugaan pelanggaran pemilu di Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan.

"Ia kami sudah mengeluarkan rekomendasi itu sejak kemarin," ujar Yosafat E Kawung, Kamis, 16 Mei 2019.

Menurutnya, sebelumnya pihaknya telah menerima laporan dugaan pelanggaran pemilu dari warga bernama Sarnadie D Uga.

Warga itu melaporkan dugaan pelanggaran pemilu di TPS 01 dan TPS 06 Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan. Disebutkan bahwa di TPS tersebut ada seorang warga yang menggunakan hak pilih sebanyak dua kali.

Menurut Yosafat, laporan itu sudah dilanjutkan ke intansi tujuan yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Katingan.

"Berdasarkan adanya laporan Nomor 01/LP/PL/Kab/21.07/1V/2019 bahwa tindakalan yang dilakukan pihak terlapor yaitu ketua dan anggota KPPS TPS 001, Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan, dengan menerima pemilih bernama Yu Hendrawan yang mendaftarkan diri sebagai pemilih pada TPS 001 dan memberikan hak suaranya pada pemungutan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden dan pemilihan umum legislatif pada tanggal 17 April 2019 dengan jalur DPK menggunakan KTP-el merupakan tindakan pelanggaran administratif. Karena dianggap bertentangan dengan Pasal 349, Ayat (1) Huruf a, b, dan c, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum."

"Berdasarkan hal tersebut, rekomendasi Bawaslu Kabupaten Katingan adalah memerintahkan KPU Kabupaten Katingan agar ketua dan anggota KPPS TPS 001, Desa Luwuk Kanan, untuk tidak diikutsertakan kembali sebagai penyelenggara pemilu dalam kegiatan kepemiluan selanjutnya," tutup Yosafat. (ABDUL GOFUR/B-3)

Berita Terbaru