Warga Kumai Disidang Akibat Unggah Meme Bemuatan Penghinaan terhadap Presiden

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 16 Mei 2019 - 18:26 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Seorang warga Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, bernama Saf, harus berhadapan dengan aparat penegak hukum lantaran menyebar meme bermuatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo.

Saf menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Kamis, 16 Mei 2019.

Jaksa Hengki Firmansyah dalam dakwaannya menyebut terdakwa Saf pada Sabtu, 10 November 2018, di Jalan HM Taher, RT 15, RW 05, Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, telah mengirim meme atau gambar Presiden Joko Widodo yang mengandung muatan penghinaaan.

"Ya betul kasus ini terkait penghinaan. Itulah sebabnya mengapa kita harus bijak dalam bermedia sosial. Sebab medsos ini sangat sensitif sekali," ujarnya Henki kepada Borneonews seusai persidangan.

Kasus ini berawal pada saat terdakwa membuka akun Facebook atas nama Sabrina Malakiano. Kemudian terdakwa melihat unggahan temannya dengan akun pribadi Meli Kevin II. Terdakwa lantas mengomentari unggahan tersebut.

Setelah itu, ada akun bernama Setyawan Djodi Djodi ikut berkomentar pada unggahan yang sama. Menurut terdakwa komentar dari akun tersebut menjelek-jelekkan calon presiden dukungannya.

Terdakwa lalu menanggapi komentar akun Setyawan Djodi Djodi dengan mengirimkan meme atau gambar Presiden Joko Widodo yang mengandung muatan penghinaaan.

"Jadi postingan meme atau gambar yang terdakwa kirimkan itu jumlahnya ada delapan," ungkap Henki lagi.

Akibat perbuatannya, terdakwa dikenai UU IT, Pasal 27, Ayat 3 Jo Pasal 45, Ayat (1). Yang berisi melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya informasi elektronik, dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik. (DANANG/B-3)

Berita Terbaru