Kementan Dukung Penuh Hilirisasi Industri Sawit

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 19 Mei 2019 - 12:56 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan pihaknya akan mendukung program hilirisasi industri kelapa sawit agar pasokan minyak sawit nasional terserap optimal. 

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, di Jakarta, Sabtu (18/5/2019), mengatakan pengembangan energi baru terbarukan sangat diperlukan sebagai pengganti bahan bakar fosil. 

Untuk itu, menurut dia, pemanfaatan minyak sawit mentah (CPO) untuk pengembangan biodiesel sebagai salah satu jenis energi terbarukan, menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan hilirisasi CPO.

"Melalui penguatan hilirisasi CPO, diharapkan kesejahteraan pekebun sawit turut meningkat, karena terciptanya peluang pasar domestik yang besar," tuturnya.

“Kementerian ESDM sudah menetapkan B30 dan sudah berjalan di Kementan B100. Pesan dari B100 ini adalah bukan jangan ekspor tetapi kita mampu serap banyak sekali,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahea meskipun mengalami peningkatan, ke depannya ekspor CPO Indonesia memang menghadapi sejumlah tantangan, salah satu tantangan terbesar adalah sentimen negatif Uni Eropa. 

Salah satu bentuk terbaru dari sentimen negatif itu adalah lahirnya kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II) yang melarang sawit sebagai biodiesel.

Ia berjanji untuk terus melakukan negosiasi untuk menghadapi sentimen negatif Uni Eropa (UE) terhadap sawit Indonesia di pasar internasional.

"Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri, masih ada jalan keluar dengan berdiskusi dengan pihak Uni Eropa," katanya.

Klaim UE yang menyebutkan bahwa perkebunan sawit memiliki risiko tinggi terhadap deforestasi, dibantah oleh Kasdi, apalagi Indonesia juga sudah mempunyai sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Berita Terbaru